Kata kata USBN baru terdengar pada akhir tahun 2016 karena merupakan hal yang baru dalam pendidikan. USBN berasal dari singkatan Ujian Sekolah Berbasis Nasional. USBN ini awalnya diwacanakan oleh Kemendibud RI sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang kala itu direncanakan akan ditiadakan pada tahun 2017. Walaupun pada kenyataannya UN 2017 tetap diadakan, USBN pun tetap dilakukan pada tahun 2017 ini. Tentu kita ingin tahu konsep USBN tersebut.

Dalam konsep USBN, jenis soal akan terdiri dari pilihan ganda dan esai. Jumlah soal pilihan ganda akan dikurangi, tak seperti UN yang seluruhnya merupakan pilihan ganda. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mendeteksi kemampuan berpikir kritis siswa. USBN nantinya bisa dilaksanakan tanpa kertas atau paperless, sehingga dapat menghemat anggaran, dan mencakup seluruh mata pelajaran dan akan memasukan konten lokal maupun titipan nasional. Mata pelajaran untuk tingkat SMK yang diuji pada USBN meliputi :

  • Pendidikan Agama
  • PPKN
  • Keterampilan Komputer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Namun, pemerintah pusat akan menyisipkan beberapa pertanyaan, baik berupa pilihan ganda atau essai yang berfungsi sebagai indikator standar nasional. Selama ini, materi soal UN hanya berupa pilihan ganda dan dibuat sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

SMK Bisa!

SMK Bina Informatika Pasti Bisa!