Pada tahun 2010 yang lalu seorang enterpreuner kondang Tantowi yahya pernah mengatakan prospek lulusan SMK lebih bagus ketimbang lulusan SMA. ”Bukan karena saya ikon SMK saya lalu berbicara seperti ini. Tapi ini masih bisa dibuktikan. Di SMK,selain mendapat pendidikan sama seperti di SMA, siswa SMK juga mendapat bekal keterampilan untuk siap bekerja. Jadi mereka punya nilai plus,”katanya saat itu pada sebuah harian Ibu Kota. Pendapat tersebut masih relevan saat ini karena Pemerintah dibawah Presiden Jokowi mempunyai misi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas SMK di Indonesia.

Bila dulu SMK dipandang sebelah mata, kini justru sebaliknya. Saat ini, banyak orang tua tertarik untuk menyekolahkan anak-nya ke SMK. Apalagi dewasa ini, lapangan kerja menuntut tenaga-tenaga kerja siap pakai dan sudah bersertifikat nasional.

Drs. Suherman, AG. MM, Kepala SMK Bina Informatika pernah mengatakan hal serupa saat memberikan sambutan pada penerimaan peserta didik baru. “Lulusan SMA cenderung meneruskan ke perguruan tinggi. Sementara kuliah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setelah lulus kuliah juga belum tentu bisa langsung kerja. Jadi prospek lulusan SMK lebih bagus karena siswanya dididik menjadi tenaga kerja siap pakai.” tambahnya.

Berbagai keunggulan SMK ditonjolkan untuk menarik para pelajar SMP dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah di SMK. Memang diakui dengan masuk SMK, para pelajar selain mendapat pelajaran umum seperti di sekolah menengah umum, juga mendapat ilmu keterampilan khusus sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.  Walaupun SMK mempunyai tambahan keterampilan khusus, banyak masyarakat berpandangan belum menganggap penting tambahan keterampilan plus tersebut.

Namun pandangan ini akan segera berubah karena SMK diprioritaskan Pemerintah untuk lebih dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya dibandingkan dengan SMA. Sehingga diharapkan prestasi pelajar-pelajar SMK akan semakin baik dalam kompetensi akademik maupun kompetensi keterampilan kerja.

Ditambah lagi dengan tingkat persaingan kerja yang semakin ketat saat perdagangan bebas ini, mengharuskan para pelajar SMK memiliki nilai plus yang lebih plus (plus+plus) dari kondisi pelajar SMK jaman dulu. Nilai plus tersebut antara lain keterampilan kerja khusus yang ditekuni lebih mendalam lagi dengan tidak mengenyampingkan peningkatan prestasi akademik dan adanya sertifikat kompetensi yang diakui ASEAN. Selain itu, kemampuan pelajar SMK juga ditunjang dengan pelatihan pematangan mental yang prima. Sehingga dalam menghadapi dunia kerja, para pelajar sudah pintar, ahli, matang, dan siap bekerja keras.

 

Dari berbagai sumber.