Ujian sekolah siswa kelas akhir SMK pada Bulan April tahun 2017 yang lalu dilakukan dengan menyajikan soal-soal berstandar nasional. Dengan mengacu pada pelaksanaan tahun 2017 tersebut sangat dimungkinkan pada tahun 2018 nanti soal-soal berstandar nasional juga akan terus diterapkan pada ujian sekolah, seperti USBN dan UN. Mengacu pada kisi-kisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penyusunan soal itu melibatkan guru.

Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan, peran guru sangat penting dalam menyukseskan USBN. “Kami ingin beri kewenangan kepada guru sebagaimana diatur dalam UU (Sisdiknas). Setelah guru mengajar mereka juga berwenang untuk melakukan evaluasi terhadap siswa. Ini sesuai dengan USBN,” ucapnya. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud Sumarna Surapranata, di Jakarta, juga mengatakan, “Bentuk tes akan mendorong metode mengajar guru di sekolah. Ujian yang dilaksanakan saat ini, baik ujian di kelas, ujian sekolah, maupun ujian nasional, masih terbatas pada menguji ingatan dan aplikasi yang sederhana. Padahal, guru dituntut mengembangkan pembelajaran abad ke-21, salah satunya berpikir kritis.”

“Sekarang kami mengajak guru untuk tidak lagi mengajar hanya fokus pada ingatan, tetapi mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini nanti dikembangkan dalam soal-soal ujian, mulai dari ulangan harian hingga ujian sekolah, termasuk ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Karena itu, guru mulai dilatih untuk membuat soal yang mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif,” sambung Sumarna. Ia menambahkan, pengembangan kemampuan guru dalam membuat soal-soal ujian yang menuntut kemampuan berpikir tinggi akan dilakukan secara berkesinambungan lewat kelompok kerja guru (KKG) di jenjang SD ataupun musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) di jenjang SMP dan SMA/SMK sederajat.

Seperti diketahui bahwa keberadaan KKG dan MGMP di setiap kabupaten/kotamadya akan memberdayakan seluruh guru di daerah untuk dapat terlibat dalam pembuatan soal berstandar nasional. Tidak setiap sekolah mampu mengirimkan wakil guru untuk terlibat dalam pembuatan soal berstandar nasional tersebut. SMK Bina Informatika sebagai salah satu pencetus pendidikan vokasi bidang teknologi informasi di Tangerang tentu cukup bangga karena salah satu guru bidang Multimedia diminta Kemdikbud untuk terlibat dalam rencana penyusunan bahan Ujian Nasional (UN) SMK Tahun Pelajaran 2017/2018. Ibu Sinta Dewi, M.Kom, sebagai salah satu guru bidang Multimedia yang juga merupakan asesor nasional bidang Multimedia dari BNSP ini tentu akan membawa pengalamannya selama 10 tahun lebih mengajar di bidang Multimedia dalam menyusun bahan UN tersebut.

Semoga dengan keberadaan guru-guru berkualifikasi nasional ini mampu menaikkan kualitas pendidikan di Indonesia serta mampu membangun generasi penerus yang tangguh, cerdas dan berkarakter.

SMK Bisa!

SMK Bina Informatika Pasti Bisa!