Tepat pada tanggal 2 September 2017, sehari setelah Hari Raya Idul Adha 1438 H, sejumlah civitas akademik SMK Bina Informatika menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di Sport Area SMK Bina Informatika. Kegiatan rutin ini merupakan agenda sekolah untuk menumbuhkan keiklasan hati dalam kebersamaan antara guru dan peserta didik. Kegiatan ini meliputi pemotongan 3 ekor hewan kurban sapi yang seluruhnya merupakan kontribusi peserta didik dan pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sambutan Kepala SMK Bina Informatika

“Idul Adha atau idul kurban ini dilatarbelakangi oleh sebuah kisah pada saat Nabi Ibrahim diperitahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yakni Nabi Ismail yang telah menjadi sebuah tradisi turun-temurun, bagi kalangan umat Islam. Nabi Ibrahim awalnya sulit untuk menyembelih putranya sendiri, tetapi beliau telah mengabaikan perasaannya tersebut, demi menjalankan serta mendekatkan dirinya kepada Allah Sang Pencipta”, jelas Drs. Suherman AG, MM, selaku Kepala SMK Bina Informatika saat mengawali kegiatan pemotongan hewan kurban.

Kesungguhan serta keihklasan Nabi Ibrahim dengan menjalankan perintah Allah SWT., dibalas dengan perubahan (pergantian) putranya (Nabi Ismail) dengan hewan kurban. Hingga pada akhirnya pun Nabi Ismail tidak jadi disembelih. Keteguhan serta kesabaran Nabi Ibrahim ini, telah memberikan suatu kesadaran bahwasanya Allah SWT. memilik jawaban atas semua perintah yang diberikan. Allah SWT dengan segala Maha kesempurnaanNya telah memiliki alasan tertentu didalam setiap ujian yang diberikanNya kepada seluruh hambanya (manusia).

Pada intinya, makna dalam berkurban (Idul Adha) sebagaimana sering diutarakan oleh sejumlah pemuka agama adalah :

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Berkurban” itu berarti kesunggguhan manusia dengan menyerahkan segalanya kepada Allah Sang Pencipta. Seperti misalnya Nabi Ibrahim yang telah mengikhlaskan Putranya (Nabi Ismail) yang sesungguhnya sangat beliau cintai, dengan perintah Allah maka beliau rela untuk mengurbankan putranya tersebut, hal ini tentunya merupakan wujud dari penyerahan dirinya kepada Allah SWT.
  2. Manusia diajarkan untuk berbagi kepada para mukmin lain, yang pastinya mereka kurang mampu. Dengan adanya kurban ini kaum muslim yang kurang mampu juga ikut merasakan bagaimana indahnya islam dengan adanya hari kurban tersebut.
  3. Keikhlasan dari manusia diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi. Kurban itu berarti memberikan apa yang telah kita cintai (duniawi) serta apa yang kita sayangi, dalam hal ini adalah harta yang kita miliki, yakni dengan cara berkurban tersebut.

Semoga dengan makna tersebut kita dapat selalu belajar iklas dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari.

SMK Bisa!

SMK Bina Informatika Pasti Bisa!