Di dunia videografi, kata imaginer line atau garis imajiner sudah tidak asing lagi. Garis imajiner adalah garis khayal yang menjadi acuan bagi cameraman dalam mengambil gambar. Tanpa panduan garis imajiner maka gambar yang diambil akan memberikan informasi yang salah.

Visual 2

Jika cameraman menyeberangi garis imajiner maka gambar akan memberikan informasi yang salah. Untuk menentukan garis imajiner cameraman harus menentukan dahulu shot utama yang akan diambil.

Visual 3

Pada gambar di atas ditunjukkan posisi kamera B sebagai shot utama. Garis khayal di antara dua subyek yang berhadapan menjadi garis imajiner sehingga jika cameraman mengambil gambar pada posisi kamera A dan C, maka shot yang diambil dari posisi camera B, A dan C merupakan rangkaian shot yang dapat disambung menjadi sekuen.

Dengan demikian karena pengambilan gambar yang menyeberangi garis imajiner dapat membingungkan penonton maka perlu diperhatikan posisi garis imajiner ini.