Mempunyai kegiatan diluar dari pembelajaran bukan hal yang biasa untuk ukuran siswa SMK dengan jadwal dan tugas yang padat. Siswa harus memiliki manajemen waktu yang baik. Keseimbangan antara kegiatan berorganisasi dan jadwal/tugas pembelajaran menjadi hal yang mutlak harus selalu di perhatikan.

 

“Aktif organisasi dapat melatih peserta didik untuk bertanggung jawab, disiplin, percaya diri dihadapan orang banyak, kepemimpinan, inisiatif dan kreatif serta belajar menyelesaikan suatu permasalahan”, jelas Meta Mustika, M.Pd, wakil kepala sekolah bidang Pembinaan Peserta Didik.

Namun ada kalanya kegiatan dalam organisasi akan menyita waktu siswa, termasuk waktu untuk belajar. Padahal belajar merupakan hal yang penting agar kita dapat mencapai sebuah prestasi. Berorganisasi bukan berarti membuat siswa menjadi malas untuk belajar atau modus untuk tidak belajar pada jam pembelajaran disekolahdan mendapatkan nilai turun/jelek namun dengan berorganisasi dapat membuat siswa termotivasi untuk selalu bertanggung jawab atas tugasnya sebagai pelajar dan memiliki jiwa berkompetisi dalam meraih prestasi.

 

Bukan hal yang tidak mungkin bahwa aktif organisasi dapat tetap berprestasi di sekolah. Prestasi adalah prilaku individu yang selalu mengarah atau diarahkan pada upaya mencapai suatu “keunggulan”. Maka yang dimaksud dengan berprestasi adalah bukan hanya menjuarai suatu lomba/kompetisi atau menjadi juara kelas peringkat satu. Namun berprestasi adalah memiliki hardskill dan softskill yang seimbang yang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas.

Hard skill merupakan penguasaan keterampilan teknis dari hasil pembelajaran yang berhubungan dengan suatu bidang ilmu tertentu. Contohnya bidang teknologi infomasi dan seni. Hard skill sangat erat kaitannya dengan keterampilan teknis yang melekat atau dibutuhkan untuk profesi tertentu. Misalnya designer graphic mampu menguasai software grafis dan menguasai prinsip desain.

Soft skill merupakan keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.

Contoh interpersonal skills adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh intrapersonal skills adalah kemampuan mengendalikan emosi, manajemen waktu yang baik, selalu berpikir positif, dan lain sebagainya. Kemampuan soft skill seseorang bisa kita lihat dari pengalaman dalam berorganisasi. Semakin banyak pengalaman berorganisasinya, maka kemampuan soft skill-nya akan semakin terasah.

Sebagai seorang pelajar hal nyata yang diperlukan untuk meraih prestasi adalah siswa selalu mengumpulkan tugas belajar dari guru tepat pada waktunya, siswa selalu mencapai nilai diatas KKM, siswa patuh terhadap tata tertib yang berlaku dan siswa yang memiliki budi pekerti yang luhur. Dimana tujuan berprestasi adalah mendorong individu untuk giat, tekun, inovatif dan bertanggung jawab.

Maka sebagai siswa yang aktif organisasi dan tetap berprestasi maka ada langkah-langkah untuk mencapainya sbb :

  1. Manajemen waktu

Siswa perlu dapat melaksanakan manajemen waktu yang baik dengan menentukan target yang jelas dan terprogram, Penyusunan rencana dengan baik step by step, Memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan.

  1. Disiplin belajar

Disiplin belajar yang dimaksud adalah siswa selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru, apabila meninggalkan jam belajar maka yang dilakukan siswa adalahmeminjam buku teman untuk menyalin tugas catatan yang diberikan oleh guru yang ditinggalkan jam belajarnya, menanyakan tugas yang diberikan guru kepada temannya dan mengerjakan tugas tersebut kemudian memberikannya kepada guru yang bersangkutan serta mengejar ketertinggalan dengan belajar mandiri dan bertanya dengan temannya.

  1. Motivasi, Usaha dan Doa

Siswa harus memiliki motivasi dan usaha untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap peranannya baik didalam organisasi atau pelajar, serta berdoa agar apa yang telah dilakukannya dimudahkan jalannya.

Maka menjadi siswa yang aktif organisasi dan tetap berprestasi merupakan hal yang akan selalu dapat dilaksanakan oleh siswa apabila terpatri didalam hati yang kuat bahwa dirinya adalah pelajar yang memiliki tugas dan tanggung jawab.

 

Meta Mustika Sari, M.Pd.